7 years of love

Tittle : Seven years of love

Cast : Cho Kyuhyun, Jung Hyeju(fic)

Genre : i don’t know -.-

 

Tahun pertama

Kini tepat setahun kita berpisah. Masih terlalu awal untukmu kembali namun hati ini sudah semakin rapuh karena merindukanmu. Kamu bilang untuk kembali secepatnya dan aku percaya.  Tidak ada yang tahu bagaimana kisah kita akan berakhir dan tidak ada yang tahu bahwa kita akan mengucapkan perpisahan semudah ini. Kamu selalu memohon padaku untuk menunggumu dan aku bersedia. Semua orang bilang kalau perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan namun aku tidak berpikir demikian karena kamu selalu memintaku untuk menunggumu. Kini sudah e-mail ke 121 yang kamu kirim padaku, seperti biasa kamu selalu menanyakan kabarku dan menceritakan mengenai hari-harimu disana.

Tahun kedua

Aku ingat saat hari ulang tahunku kemarin kamu mengirimkan sebuket bunga lili putih kesukaanku dan sebuah bokena teddy bear berukuran besar, aku kira kamu sudah lupa hari kelahiranku. Kamu bilang teddy bear itu akan menggantikanmu sementara sehingga aku dapat memeluknya saat aku hampir kehabisan oksigen karena begitu merindukanmu dan aku dapat bercerita dengan boneka besar itu saat aku kesepian menunggumu yang entah kapan akan kembali padaku. Waktu berlalu begitu lambat ketika kita tidak sedang bersama memberiku sedikt kepiluan untuk bertahan dalam hubungan ini. Aku bersyukur karena kamu masih memintaku untuk menunggumu.

Tahuk ketiga

Hari ini adalah awal musim semi. Kamu seharusnya ada disini, disampingku. Ingat tidak saat musim semi pertama yang kita lalui? Pagi-pagi sekali kamu datang kerumahku hanya untuk mengajakku ke taman hanya karena kamu ingin melihat mekarnya bunga ditaman. Kekanak-kanakan sekali memang. Bisa tidak kalau kau datang padaku lagi seperti musim semi pertama kita itu? Ah aku sudah tahu jawabannya. Aku mengerti, amat sangat mengerti keadaan kita yang tidak mungkin bertemu dalam waktu yang singkat. Mungkin selama tiga tahun ini belum apa-apa, jadi aku harus lebih sabar menunggumu.

 

Tahun keempat

Tahun ini lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya karena persediaan oksigenku sudah mau habis saking merindukanmu. Minggu kemarin kita bertengkar hebat hanya karena kau membohongiku, kamu bilang sedang mengerjakan tugas namun Noonamu berkata kamu pergi ke taman hiburan dengan teman-temanmu. Saat itu aku marah besar padamu namun kamu malah berbalik menyalahkanku dan tidak menghubungiku selama beberapa hari. Kebohongan-kebohongan mana lagi yang kamu buat untukku? Bahkan aku disini tidak tahu kalau kamu berbohong padaku. Akulah orang yang pertama meminta maaf padamu karena aku paling benci jika kamu mulai menghiraukanku, aku tidak tahan akan kediamanmu. Aku mulai membenci diriku sendiri yang lemah kalau sudah berhadapan denganmu.

 

Tahun kelima

Aku membuka kotak memory kita, satu kotak yang penuh debu karena saking lama tersimpan disudut kamarku. Selama ini aku takut membuka kotak itu, aku takut akan menangis karena teringat olehmu. Beberapa surat cinta yang kamu berikan padaku yang meramplobkan warna merah muda, beberapa foto-foto yang kita ambil bersama dan barang-barang yang penuh dengan kenangan kita dulu. Benar saja, begitu membuka kotak tersebut aku mulai menangis terisak-isak tanpa suara. Aku menutup mataku dan berharap dapat hilang ingatan untuk beberapa saat.

Tahun keenam

Tahun ini kamu melupakan ulang tahunku bahkan kamu jarang sekali menghubungiku. Kamu bilang sibuk dengan tugas-tugasmu disana, aku percaya itu. Namun hal yang paling membuatku nyeri adalah kamu tidak lagi memintaku untuk menungguku. Kamu lebih banyak mendiamkanku sekarang, aku tahu kamu paham sifatku yang tidak tahan kamu diamkan. Aku mempercayaimu sehingga dapat bertahan sejauh ini dan mempertahankan hubungan kita. Sekarang aku terlihat menyedihkan, bahkan aku mengasihani diriku sendiri yang hanya bisa duduk disini menunggumu datang lagi padaku. Aku ingin kembali ke hari-hari dimana aku masih dapat menjangkaumu, merengkuhmu kedalam pelukku. Dan ketika waktu untuk merindukanmu datang aku akan memejamkan mataku dan mulai merasakan seperti kamu ada didekatku. Aku masih ingat kedua mata sayumu, bibir merahmu, pipi tebalmu, sentuhan-sentuhan lembutmu, desah nafasmu, cara bicaramu dan caramu menatapku. Aku masih ingat semua tentangmu. Tapi masihkan kamu mengingat semua tentangku?.

Tahun ketujuh

Aku begitu senang saat membaca e-mail terakhirmu, kamu bilang akan segera kembali kesini namun kamu tidak bilang akan kembali kesisiku. Tidak apa asalkan kamu kembali, aku sudah merasa bersyukur. Mungkin banyak hal-hal yang berubah diantara kita namun tidak apa bagiku selama kamu disisiku. Ketika bertemu nanti aku akan berpura-pura seakan-akan tidak terjadi apa-apa selama ini. Setelah mendapat kabar kamu akan segera kembali aku kini dapat terpejam dengan senyuman. Sedikit lagi maka aku dapat menjangkaumu.

Drrrt drrrrt

Getaran iphone hitamku yang mengisyaratkan ada pesan masuk membangunkanku dari tidurku. Sedetik kemudian setelah melihat nama yang tertera pada layar iphone seulas senyum mengembang dibibirku.

From : My Oxygen

Aku sekarang sedang dibandara, kau tidak perlu menjemputku.

Mari segera bertemu dicafe depan apartemanmu. Aku akan segera kesana, kamu bersiap-siaplah.

Segera aku bergegas menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk bertemu dengannya. Selama tujuh tahun penantianku akan terbayar sudah. Aku penasaran sekali dengan perubahanmu sekarang, aku yakin pasti kamu telah berubah menjadi sosok pria yang dewasa.

Kini aku mengenakan dress putih selutut, higheels biru yang pernah kamu berikan padaku dan mengenakan make up seperlunya.

@Cafe

Kini aku sudah duduk dipojok dekat jendela agar dapat mengawasimu saat kamu datang kesini. Senyumku selalu mengembang tak henti seharian ini, kini dadaku sesak karena terlalu senang akan kedatanganmu. Oksigenku kini telah kembali.

“sudah menunggu lama?” ah suara itu, mungkinkah? Aku menengok kearah belakang dan benar saja ia telah kembali. Kini dia duduk tepat didepanku, ia sudah berubah menjadi pria dewasa.

“Kyu ah, nan jongmal bogoshipoyo (aku sungguh merindukanmu)” ucapku  tanpa ragu-ragu.

“Na do (Aku juga), ada yang ingin aku bicarakan. Bisa dengarkan aku?” ujarnya hati-hati, seakan takut melukai hatiku. Aku pun mengangguk pelan sebagai jawabannya.

“Aku.. aku akan segera menikah. Aku akan menikah bulan depan” ucapnya dengan nada dingin sedingin hatiku sekarang yang kini sedang membeku oleh pernyataannya barusan.

“Mwoya? Jebal jangan bercanda Kyu ah. Kau tahu aku sudah menunggumu selama ini dan setelah sekian lama akhirnya kita bertemu tapi kau malah bercanda seperti ini. Ini sama sekali tidak lucu tuan Cho” ucapku masih tidak percaya. Lelucon macam apa ini? bagaimana bisa ia melakukan ini semua?.

“Tidak, aku sama sekali tidak bercanda. Aku akan menikah dengan wanita yang aku temui disana. Kami telah menjadi hubungan selama 3tahun dibelakangmu. Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud menyakitimu. Nan jongmal mianhe Hyeju ah” kini mataku mulai panas dan cairan bening mulai membasahi pipiku. Bagaimana bisa ia melakukan ini padaku?. Kini aku diam, aku tidak sanggup berkata lagi.

“Ini.. aku harap kamu bisa datang ke pernikahanku. Maafkan aku Hyeju ah” kini ia menyodorkan sebuah kertas cantik berwarna merah pucat yang begitu mewah yang aku yakini bahwa kertas itu adalah undangan pernikahannya.

“pergilah Kyu…” hanya kata itu yang dapat keluar dari bibirku.

“maafkan aku, kamu harus bertemu dengan lelaki yang baik” kini dia beranjak pergi dan meninggalkanku yang sedang menangis terisak tanpa suara.

 

“aku akan segera menikah”

Bukan kata-kata itu yang aku harapkan darimu.

Kini oksigenku telah pergi.

—THE END—

Ini pendek banget kan ya?

Ini ff udah terkubur lama di folder laptop tapi baru dipublish skrg, jelek ya? Pasti jelek -.-

KamsaKYU

    • Ree
    • September 10th, 2011

    keren ^^
    ayo lanjutkan ^^

    • rvghost
    • October 29th, 2011

    aigoo~~ keren yur!! >.<
    kurang panjang.. coba di terusin, misalnya kan si hyeju sakit hati tuh sama si kyu.. trus dia bertekat buat menjadi lebih baik dan membuat kyu menyesal :'D hahahhas

    • thanks🙂
      iya pada blg kurang panjang wkwk
      iya aku lagi ada ide buat ngelanjutin tp nggaktau mau nulis dr mana.

  1. wah~ bagus.
    kamu berhasil menyampaikan cerita sedih dengan singkat gausah panjang panjang tetep kerasa 7 tahun penantiannya, dan endingnya tetep nyesek~
    keep writting, daebak~

    • waah kamsaKYU, ternyata ada yg ga ngomel2 gara2 kependekan juga hehe
      aku juga nggak tau kenapa akhirnya malah sad ending hehe🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: