Tuhan yang baik

 

Kadang kali kamu mengumpat padaNya hanya karena keinginanmu tidak kamu dapatkan.

Kamu mengucapkan sumpah serapah dengan amarah yang menggebu karena begitu lelah dengan kehidupan.

Kamu mengadah kearah langit dan menunggu rintikan-rintikan air turun dari atas sana dan berharap mendapat sedikit kesejukan dari rintikannya, tapi apa yang kamu dapat? Hanya panas terik matahari yang membakar kulit dan menimbulkan dehaga.

Kamu masih dengan perasaan memberontak dan meminta ketenangan dunia.

Sekali lagi kamu memakiNya, meneriakiNya.

Lalu beberapa saat kemudian datang awan-awan mendung beserta angin kesejukan.

Kini hujanmu telah datang, kini hujan telah menjemputmu.

Kau pejamkan matamu.

Kamu lentangkan kedua tanganmu menikmati segala perlakuan butir-butir air yang menghujam tubuhmu.

Kini tangismu tersamarkan oleh hujan.

Teriakanmu kalah hebat oleh petir.

Sedetik kemudian kamu menyadari bahwa ‘Tuhan baik padaku’.

Tuhan telah memberi kamu sebongkah nyawa beserta alat kehidupan didalam tubuhmu.

Tuhan telah memberi malaikat-malaikat yang setiap saat dapat kamu panggil dengan ‘ayah dan ibu’.

Tuhan telah banyak menyelamatkanmu dan kamu berhutang banyak padanya.

Kini isak tangismu terhenti dan terganti dengan sebuah sunggingan kecil dibibirmu, kamu tersenyum penuh kemenangan.

Aku nggak tau lagi nulis apa kayaknya aku lg kerasukan pas nulis ini hehe, tiba-tiba aja tanganku menari-nari diatas keyboard laptop dan beginilah hasilnya -.-

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: