This Damn Quotes

“Bagaimana rasanya merindukan orang yang bahkan sebenarnya ada di dekat kita?” — Windy Ariestanty dalam Life Traveler

“Ada bahasa yang tak bersuara. Ada aksara yang tak memerlukan kata-kata. Dan itu cinta.” — Windy Ariestanty dalam Life Traveler
“Pada akhirnya, semua harus memilih. Mana bisa kita terus berada di area abu-abu dan meminta waktu yang memutuskan.”

— Windy Ariestanty dalam Life Traveler
“Keluargaku adalah hal terbaik yang pernah kumiliki. Keluarga yang selalu mengutamakan kebahagiaanku, mendukungku dalam setiap mimpi yang ingin kuraih. Cinta yang tak pernah lekang oleh waktu.”

— Yunika dalam Sepiring Kebahagiaan
“Naksir diam-diam itu komidi putar, seakan berjalan tetapi sebenarnya tidak kemana-mana.”

— Raditya Dika dalam Penggalauan
“Hampa itu seperti langkah tapi tak berjejak, senja tapi tak jingga, cinta tapi tak dianggap.”

— Raditya Dika dalam Penggalauan
“Ada rumah di hatiku, pintunya terbuka bagimu, pulanglah saat lelah, ketika cinta di luar sana tak membuatmu hilang gelisah.” lovecadabra
“Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.”

— Raditya Dika dalam Sepotong Hati Di Dalam Kardus Cokelat
“Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tetapi jatuh cinta padamu, aku tidak punya kendali.”

— Chicken Soup For Soul
“Kecintaan kepada diri sendiri dan dunia yang berlebihanlah yang membuat orang kehilangan kepekaan terhadap sesama. Membuat orang ingin dan tega bahagia sendiri. Kecintaan kepada diri sendiri dan dunia yang berlebihanlah yang membuat orang sejahtera tak mampu melihat kesengsaraan orang lain, membuat orang kuat tak peduli dengan saudara-saudaranya yang lemah, membuat orang pandai menjadi sombong kepada sesama yang mereka anggap bodoh, membuat pemimpin abai terhadap rakyatnya, bahkan membuat orang yang merasa dekat dengan Tuhan melecehkan mereka yang dianggapnya sesat.”

— KH. A. Mustofa Bisri
Repost from : Kuntawiaji
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: